-->

Pelajaran untuk Anak PAUD

Hallo bunda-bunda PAUD yuk kita lihat apa saja sih Pelajaran untuk Anak PAUD yang harus kita terapkan di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini?. Nah.. artikel kali ini kami akan menyajikan Pengenalan Pelajaran untuk Anak PAUD yang sudah kami rangkum dari berbagai sumber.

Untuk sebagai orang tua, khususnya yang bekerja, Paud adalah dewa penolong yang menggantikan tugasnya. Namun, tetap harus menyempatkan waktu untuk mendampingi si kecil. karena proses belajar dan bermain pada usia tersebut adalah dasar perkembangannya.
Pelajaran untuk Anak PAUD
Pelajaran untuk agama Islam atau agama lain, harus tetap dikotrol oleh orangtua di rumah. Jika tidak mulai hari ini, mau kapan lagi, maka dari itu sempatkanlah.

Materi Pembelajaran PAUD

Ini ada beberapa tips untuk tutor di lembaga PAUD dalam mendidik anak usia dini agar mereka dengan mudah mengingat materi Paud yang sudah diajarkan. Ini sudah termasuk kumpulan beberapa muatan materi K13 PAUD. 

1. Mengenalkan huruf dan bunyi-bunyian kepada anak-anak

Materi yang diajarkan di Paud oleh guru di kelas adalah 26 huruf abjad, baik huruf besar atau huruf kecil. Mereka juga belajar menulis, seperti nama sendiri, nama teman, dll. Nah, Bunda di rumah juga bisa membantu mengingatkan mereka dengan bermain memilih huruf, menyusun huruf, menonton video tentang hewan, dll.

2. Kenalkan macam-macam Warna dan bentuk dari sebuah objek

Materi parenting Paud yang bisa diajarkan di rumah, mulai dari mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengingatkan kembali, contoh pelajaran Paud misalnya:

Apel warnanya apa?
Bola itu bentuknya seperti apa?
Kuping letaknya dimana?

3. Belajar angka dan berhitung

Mengulang dengan menghitung jumlah mainan, jumlah pensil yang dimiliki, atau menggunakan kalender.

4. Menggambar, mewarnai, dan menggunting

Untuk melatih motorik halus, bunda bisa mengajak anak untuk menggambar atau mewarnai apa saja yang mereka suka. Menggaris, menggunting, dll bisa dilakukan agar semakin banyak variasi gerak yang mereka lakukan.

5. Ajak bersosialisasi

Materi parenting paud terakhir di ulas di sini, adalah mengajarkan anak untuk bersosialisasi. Biarkan mereka bermain dengan teman-temannya, jangan terlalu banyak dilarang selama masih dalam batas kewajara. Mintalah untuk menyalami tamu atau sodara yang datang berkunjung.

6. Gunakan Buku PAUD yang sesuai

Rekomendasi buku Pembelajaran PAUD yang berisi Berlatih Mengenal huruf, Berlatih Menarik Garis, Berlatih Mewarnai Gambar, Berlatih Menggunting, Mencocok, dan Merekat, Berlatih Menulis Huruf Hija’iyah, dan Berlatih Mengenal Angka.

Mudah-mudahan artikel ini tentang Pelajaran untuk Anak PAUD bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita dalam mendalami materi apa saja yang harus kita berikan kepada Anak Usia Dini di lembaga masing, jangan lupa bagikan arikel ini ke jaringan sosail yang bunda gunakan. Terimakasih

Psikologi Anak Usia Dini

Hallo sahabat semuanya kali ini saya akan memberikan sebuah potingan tentang Psikologi Anak Usia Dini, artikel ini cocok buat bunda-bunda PAUD ketahui, artikel ini diambil dari situs alodokter.com.

Berbicara mengenai masalah anak tidak akan ada habisnya, terkadang membuat orang tua menjdi bingung dan panik. Langkah paling bijak adalah memahami setiap psikologi yang ditunjukkan pada anak.

Berbagai aspek harus diperhatikan pada masa tumbuh kembang anak, termasuk dari sisi psikologis. Orang tua harus memahami berbagai sisi psikologi anak usia sejak dini agar pertumbuhan anak maksimal.

Memahami psikologi perkembangan anak usia dini adalah sebuah keharusan baik bagi para orang tua maupun guru-guru, masa anak usia dini merupakan masa penting dalam perkembangan anak itu sendiri. Pada masa emas tersebut anak mulai sensitif terhadap berbagai rangsangan, setiap anak secara individual akan mempunyai tingkat perkembangan kepekaan yang berbeda-beda seiring perkembangan dan pertumbuhan masing-masing anak.
Psikologi Anak Usia Dini
Masa usia dini merupakan periode perkembangan anak pada usia antara dua tahun hingga enam atau tujuh tahun. Pada masa ini, anak-anak mengalami perkembangan yang pesat, mulai dari segi fisik, emosional, pengetahuan, hingga kemampuan.

Ada tiga sisi perkembangan masa usia dini yang berpengaruh pada psikologi anak, yaitu:

1. Tumbuh Kembang Fisik

Perkembangan fisik anak usia dini merupakan hasil dari interaksi antara faktor keturunan dan lingkungan. Pada masa ini, penting untuk menciptakan lingkungan yang dapat merangsang pertumbuhan dengan membiarkan anak bereksplorasi dan mencoba hal baru. Hal ini karena otak tumbuh pesat pada usia 2-6 tahun, hingga mencapai sekitar 90% otak dewasa, yang diiringi oleh pesatnya kemampuan kognitif (nalar/berpikir).

2. Tumbuh Kembang Kognitif

Perkembangan kognitif anak sudah mulai dapat dikenali ketika anak-anak sudah mampu belajar dengan menggunakan simbol-simbol, seiring perkembangan linguistik atau kemampuan mereka dalam menguasai bahasa yang digunakan. Pada masa ini, imajinasi dan memori juga Hanya saja, anak pada masa ini belum sepenuhnya mampu berpikir logis, hubungan sebab-akibat, persepsi waktu, dan perbandingan.

3. Tumbuh Kembang Sosial dan Emosional

Perkembangan sosial dan emosional merupakan dua sisi yang saling berkaitan. Perkembangan ini biasanya melibatkan perolehan nilai, pengetahuan, dan keterampilan yang memungkinkan anak-anak untuk berhubungan dengan orang lain secara efektif dan berkontribusi dengan cara yang positif kepada keluarga, sekolah dan masyarakat.

Waspadai Pelecehan Psikologis ni yang sangat penting bagi kita sebagai tutor di lembaga anak usia dini (PAUD) masing-masing, bahwa pelecehan psikologis memiliki dampak negatif yang tidak sedikit pada psikologi anak. Sayangnya, pelecehan jenis ini biasanya dilakukan oleh orang-orang terdekat, termasuk orangtua, saudara, maupun pengasuh.

Jangan anggap remeh pelecehan psikologi pada anak. Beberapa contoh pelecehan psikologis antara lain memanggil dengan sebutan negatif, mempermalukan, mengancam, serta membiarkan anak melihat pelecehan yang dilakukan pada orang lain. Hal ini sering kita kenal dengan perundungan (bully). Selain itu, pelecehan psikologis juga dapat terjadi ketika orangtua mengabaikan keberadaan anak.

Dampak buruk pelecehan psikologi anak antara lain perkembangan mental yang lambat, kesulitan memiliki hubungan yang sehat, hingga dapat memicu masalah di sekolah. Selain itu, pelecehan psikologis pada anak juga dapat mengakibatkan gangguan seperti kecemasan, stres, depresi pascatrauma, dan penurunan tingkat percaya diri.

Tak dapat dipungkiri, menjadi orang tua merupakan salah satu tugas yang berat. Meski cedera akibat pelecehan psikologis tidak terlihat, namun banyak dampak negatifnya pada anak. Jika perlu, konsultasikan permasalahan psikologi anak pada psikolog atau dokter anak.

Mengenal psikologi perkembangan anak usia dini

Perkembangan anak dan pertumbuhannya mempunyai keterkaitan karena perkembangan fisik dan motorik berhubungan dengan perkembangan psikisnya, karena itu psikologi perkembangan tersebut tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan dan pertumbuhan anak tersebut secara menyeluruh.

Pada masa emas tersebut seorang anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan pada tingkat yang drastis yang mencakup perkembangan berfikir, perkembangan motorik, perkembangan emosi, perkembangan sosial dan tentu saja perkembangan fisiknya. Masa ini terjadi pada usia 0 sampai 8 tahun dan pada periode berikutnya tidak akan terjadi lagi lonjakan perkembangan tersebut. Oleh karena itu setiap orang tua harus memberikan perhatian khusus pada usia penting dalam perkembangan seorang anak karena nantinya akan memberikan pengaruh pada perkembangan dan kehidupan anak di masa berikutnya.

Memahami psikologi perkembangan anak usia dini

Pemahaman akan hal tersebut akan sangat membantu orang tua dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan, setiap anak pada usia dini akan mengalami perkembangan pada beberapa aspek penting dalam kehidupannya. Diantaranya sebagai berikut :

Perkembangan kognitif

Perkembangan kemampuan kognitif anak terjadi dalam empat tahap yaitu tahap sensor motor yang terjadi saat usia anak 0-2 tahun, pada tahap ini seorang anak mulai memiliki kemampuan gerakan refleks. Tahap kedua adalah pra-operasional yang terjadi pada usia 2-7 tahun. Pada tahap pra-operasional ini anak akan mulai dapat menerima rangsangan namun sifatnya masih terbatas. Selanjutnya tahap konkret operasional yang terjadi pada usia 7-11 tahun dimana seorang anak sudah mulai dapat berfikir secara rasional dan mampu menjalankan operasional yang nyata. Tahap terakhir pada perkembangan kognitif adalah formal operasional dimana anak beranjak remaja. Pada tahap ini anak mampu berfikir dengan menggunakan hipotesa untuk memecahkan masalah.

Perkembangan fisik

Perkembangan fisik anak pada usia dini berkaitan dengan perkembangan motoriknya yang dibagi dalam perkembangan motorik halus dan motorik kasar.

Perkembangan bahasa

Ada tiga periode yang terjadi dalam perkembangan kemampuan bahasa seorang anak yaitu periode pre-lingual yang terjadi pada usia 0-1 tahun dimana anak sudah mulai mengoceh, periode lingual pada usia 1-2,5 tahun dimana anak sudah mampu membuat kalimat dan periode diferensiasi yang terjadi pada usia anak 2,5-5 tahun dimana seorang anal mempunyai kemapuan bahasa yang baik dan benar.

Perkembangan sosio-emosional

Perkembangan kemampuan sosio-emosional anak sangat penting dalam psikologi perkembangan anak usia dini karena pada perkembangan ini akan terbentuk rasa percaya diri dan perkembangan kemandirian dalam dirinya.

Mungkin cukup sekian artikel kali ini tentang mengenai Psikologi Anak Usia Dini yang harus kita pelajari untuk dikembangkan di Lembaga PAUD kita, mari kita mendalami Psikologi Anak Usia Dini untuk kemajuan pendidikan anak usia dini yang kita hadapi di lapanagn.

Belajar Huruf Hijaiyah

Hallo sahabat semunya kali ini saya akan memberikan sebuah pelajaran bagaimana Belajar Huruf Hijaiyah mulai dalam dari pengenalan hurufnya, tapi sebelumnya saya minta maaf jika artikel ini kurang berkenan. 

Pernah saya membaca penjelasan dari salah satu web bahwa belajar membaca alquran hal yang mendasar adalah mengetahui Huruf Hijaiyah dan cara bacanya. Oleh karena itu dalam artikel kali ini saya akan mengenal 29 huruf hijaiyah.

Dalam postingan ini saya sarankan dalam mempelajari huruf hijaiyah dan tau cara membaca nya, sebaiknya sobat print out hurup-hurup hijaiyah yang sudah saya bagikan dalam postingan ini.

Berikut Huruf Hijaiyah Lengkap dengan Latinnya:


Huruf-huruf di atas sangat bagus untuk diperkenalkan kepada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di lembaga kita, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti Tanda Baca dan Tatanan Huruf Hijaiyah. Berikut saya jelaskan sedikit apa yang dimaksud Tanda Baca.

Tanda Bacanya yang dimaksud adalah tanda harakat untuk menandai sebuah huruf Hijaiyah tersebut, apakah dibaca ‘a / an’ (fath}ahtain), ‘i /in’ (kasrah/ kasrahtain), ‘u /un’ (d}amah / d}amahtain), atau huruf tersebut dibaca dengan bacaan dobel (tasydid) atau mati (sukun).

Ibarat kata, tanda baca di sini adalah huruf vokal dan huruf hijaiyahnya adalah huruf konsonannya, nggak jauh beda dengan pelajaran Bahasa Indonesia, yang ada huruf konsonan dan huruf vokalnya.

Tatanan Huruf Hijaiyah, jika dalam tatanan bahasa Indonesia kita dikenalkan dengan tatanan huruf  a, b, c, d, e sampai akhir, yakni huruf z. Maka, dalam tatanan huruf hijaiyah inipun juga ada tatanannya.

Tatanan huruf hijaiyah ini adalah huruf Arab, maka penulis ingin memberikan keterangan lebih dahulu mengenai penyalinan atau penggantian huruf Arab tersebut ke bahasa Indonesia (transliterasi).

Hal ini penulis maksudkan, agar semuanya tahu, bahwa ada huruf-huruf yang aslinya dibaca dengan akhiran huruf ‘O’, karena sudah di salin atau di ganti (transliterasi), maka hurufnya tertulis menjadi ‘A’. Contoh: huruf …, yang aslinya dibaca ro, tetapi dalam penulisan diganti atau terbaca menjadi ‘ra’.

Mungkin cukup sekian artikel kali ini yang bisa saya bagikan mudah-mudahan bermanfaat, jangan lupa bagikan artikel ini ke sosial media yang sobat punya.