-->

Cara Mengatasi Lembaga ini Sudah Melakukan Registrasi di Tempat Lain

Salam sejahtera dan selamat malam, mudah-mudahan kita dalam lindungan Allah swt. dengan adanya Dapodik PAUD terbaru yaitu tahun pelajaran 2017/2018 Semester 2, masih banyak Operator PAUD yang masih menanyakan tentang Kode Registrasi yang katanya direset bahkan ketika mereka install dapodik di laptop baru ada keterangan "Lembaga ini sudah melakukan registrasi di tempat lain atau silahkan reset Pengguna dengan menghubungi dinas setempat".
Gambar : Keterangan Harus Direset Pengguna
Padahal sebelumnya saya sudah menjelaskan bagaimana cara melihat Kode Registrasi Dapodik PAUD dan pada artikel tersebut sudah singgung bagaimna Cara Melihat Kode Registrasi Dapodik PAUD di Manajemen PAUD DIKMAS.

Baca Terlebih Dahulu pada Artikel Sebelumnya : Cara Melihat Kode Registrasi Dapodik PAUD di Manajemen PAUD DIKMAS

Cara Mengatasi Lembaga ini Sudah Melakukan Registrasi di Tempat Lain atau Cara Reset Pengguna Sebelumnya :


1. Peratama silahkan sobat Akses halaman Manajemn Dapodik PAUD-DKMAS, melalui Link Di Sini. Kemudian anda akan di suguhkan dengan tampilan seperti gambar di bawah ini :

Gambar : Tampilan Pertama Mengatasi Masalah
2. Langkah Kedua, silahkan sobat pilih Kode Registrasi PAUD, kemudian sobat diminta Login/ Memasukan Nama Usser dan Kata Kunci.
Gambar : Memasukan Usser dan Password Dapodik Sebelumnya
Nama Usser adalah Email yang sudah terdaftar pada Aplikasi Dapodik sebelumnya atau Username Dapodik yang anda Gunakan.

Kata Kunci adalah Password Dapodik ketika sobat mau masuk ke Aplikasi Dapodik tahun sebelumnya.

3. Langkah ketiga adalah silahkan anda lakukan Reset dengan cara klik Kata Reset yang berada di sebelah kanan, lebih jelasnya silahkan lihat gambar di bawah ini :
Gambar : Cara Reset Pengguna
(Untuk Memperjelas Gambar, silahkan Klik Gambar untuk Memperbesar)
Kemudian akan muncul pemberitahuan, silahkan Klik Reset Pengguna:
Gambar : Pemberitahuan Reset Pengguna
4. Langkah terakhir silahkan lanjutkan kembali Registrasi pada Laptop Lain artinya sobat sekarang sudah bisa melakukan Registrasi Aplikasi Dapodik pada Laptop Lain setelah melakukan Reset Pengguna.

Catatan yang harus sobat perhatikan adalah sebagai berikut :
  • Pastikan Aplikasi yang digunakan adalah Versi 3.2.1, bagi yang menggunakan yang sudah MengInstall Aplikasi Dapodik PAUD Versi 3.2.0, silahkan langsung saja update melalui cek pembaharuan.
  • Bagi yang Masih menggunakan Versi bawah 3.1.1 maka silahkan terlebih dahuli uninstall Aplikasi Dapodim PAUD-nya dan kemudian Registrasi ulang dapodiknya dengan menggunakn Akun yang sama dengan sebelumnya.
  • Silahkan Download Aplikasi Dapodik Pada Situs Resmi Dapodik PAUD, silahkan Ikuti Tautan ini. Pilih Di Sini.

Mungkin cukup sekian artikel kali ini tentang Cara Mengatasi Lembaga ini Sudah Melakukan Registrasi di Tempat Lain, atau Cara Reset Pengguna Aplikasi Dapodik PAUD

Penjelasan Penyakit Rubella Ala Dokter

Hallo sahabat Informasi PAUD, pada kesempatan ini kami akan membagikan kembali wawasan tentang Penyakit Rubella atau sering disebut Campak Jerman

Kita sebagai bunda-bunda PAUD sangat penting sekali untuk mengenal lebih jauh lagi tentang Penyakit Rubella seperti Gejala Rubella, Proses Diagnosis Rubella, Metode Penangan Rubella bahkan Langkah-Langkah Penangan Rubella.

Walaupun kita bukanlah Dokter Ahli tetapi itu semua kita harus berusaha untuk mengetahui informasi tersebut. 

Informasi ini kami ambil dari Situs Resmi Ala Dokter yang yang di Tinjau oleh dr. Marianti yang didalamnya terdapat pembahasan yang sangat lengkap sekali.
Illustrasi Pemberian Mengatasi Penyakit Rubella
Rubella atau campak Jerman adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Rubella umumnya menyerang anak-anak dan remaja. Menurut data WHO, pada tahun 2016 di Indonesia terdapat lebih dari 800 kasus rubella yang sudah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

Penyakit ini disebabkan oleh virus rubella dan dapat menyebar dengan sangat mudah. Penularan utamanya dapat melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin. Berbagi makanan dan minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat menularkan rubella. Sama halnya jika Anda menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda setelah memegang benda yang terkontaminasi virus rubella.

Rubella dan Kehamilan

Walau sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit, rubella berbeda dengan campak. Penyakit ini biasanya lebih ringan dibandingkan dengan campak. Tetapi jika menyerang wanita yang sedang hamil, terutama sebelum usia kehamilan lima bulan, rubella berpotensi tinggi untuk menyebabkan sindrom rubella kongenital atau bahkan kematian bayi dalam kandungan. WHO memperkirakan tiap tahun terdapat sekitar 100.000 bayi di dunia yang terlahir dengan sindrom ini.

Sindrom rubella kongenital dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi, seperti tuli, katarak, penyakit jantung bawaan, kerusakan otak, organ hati, serta paru-paru. Diabetes tipe 1, hipertiroidisme, hipotiroidisme, serta pembengkakan otak juga dapat berkembang pada anak yang terlahir dengan sindrom ini.

Gejala-gejala Rubella

Penderita rubella pada anak-anak cenderung mengalami gejala-gejala yang lebih ringan daripada penderita dewasa. Tetapi ada juga penderita rubella yang tidak mengalami gejala apa pun, namun tetap dapat menularkan virus rubella.

Penyakit ini umumnya membutuhkan waktu sekitar 14-21 hari sejak terjadi pajanan sampai menimbulkan gejala. Gejala-gejala umum rubella meliputi:
  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Hidung tersumbat atau pilek.
  • Tidak nafsu makan.
  • Mata merah.
  • Pembengkakan kelenjar limfa pada telinga dan leher.
  • Ruam berbentuk bintik-bintik kemerahan yang awalnya muncul di wajah lalu menyebar ke badan, tangan, dan kaki. Ruam ini umumnya berlangsung selama 1-3 hari.
  • Nyeri pada sendi, terutama pada penderita remaja wanita.
Begitu terinfeksi, virus akan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 5 hari hingga 1 minggu. Potensi tertinggi penderita untuk menularkan rubella biasanya pada hari pertama sampai hari ke-5 setelah ruam muncul.

Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter.

Proses Diagnosis Rubella

Ruam kemerahan akibat rubella memiliki karakteristik yang mirip dengan ruam-ruam lain. Guna memastikan diagnosis, dokter biasanya mengambil sampel air liur atau darah untuk diperiksa di laboratorium.

Tes tersebut digunakan untuk mendeteksi keberadaan antibodi rubella. Apabila terdapat antibodi IgM, berarti Anda sedang menderita rubella. Sedangkan keberadaan antibodi IgG menandakan bahwa Anda pernah menderita rubella atau sudah menerima vaksinasi.

Pemeriksaan rubella juga bisa dimasukkan dalam serangkaian tes prenatal untuk ibu hamil, khususnya untuk yang berisiko tinggi. Pemeriksaan ini dilakukan melalui tes darah.

Jika ibu hamil didiagnosis menderita rubella, pemeriksaan lanjutan yang mungkin dianjurkan adalah USG dan amniosentesis. Amniosentesis adalah prosedur pengambilan dan analisis sampel cairan ketuban untuk mendeteksi kelainan pada janin.

Metode Penanganan Rubella

Rubella tidak membutuhkan penanganan medis khusus. Pengobatan dapat dilakukan di rumah dengan langkah-langkah sederhana. Tujuannya adalah untuk meringankan gejala, namun bukan untuk mempercepat penyembuhan rubella. Berikut ini sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan.

  • Beristirahatlah Sebanyak Mungkin.
  • Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi.
  • Mengurangi nyeri dan demam. Penderita dapat mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri pada sendi.
  • Minum air hangat bercampur madu dan lemon untuk meredakan sakit tenggorokan dan pilek.

Langkah Pencegahan Rubella

Pencegahan rubella yang paling efektif adalah dengan vaksinasi, terutama bagi wanita yang berencana untuk hamil. Sekitar 90 persen orang yang menerima vaksin ini akan terhindar dari rubella. Sejak adanya program vaksinasi, jumlah kasus rubella yang tercatat secara global berkurang secara signifikan.

Pemerintah kini sedang mengampanyekan pemberian vaksin MR menggantikan vaksin MMR. Vaksin MR ini memberikan perlindungan terhadap penyakit campak dan rubella. Sebelumnya, pencegahan rubella tergabung dalam vaksin kombinasi MMR yang juga mencegah campak dan gondong.

Pemberian vaksin MR direkomendasikan pada anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun, dan diberikan melalui suntikan pada jaringan lemak (subkutan) lengan atas. Vaksin MR ini diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak duduk di bangku kelas 1 SD, yaitu sekitar usia 6 tahun.

Orang dewasa dan anak-anak yang hanya mendapatkan satu kali suntikan vaksin MMR, dapat mendapatkan vaksin MR pada usia berapa pun. Apabila Anak sudah pernah mendapat vaksin MMR, vaksin MR ini juga boleh diberikan.

Wanita yang merencanakan kehamilan juga dianjurkan memeriksakan diri melalui tes darah. Jika hasil tes menunjukkan bahwa seorang wanita belum memiliki kekebalan terhadap rubella, dokter akan menganjurkannya untuk menerima vaksin MR. Setelah itu, dia harus menunggu minimal 4 minggu untuk hamil. Harap diingat bahwa vaksinasi ini tidak boleh dijalani saat sedang hamil.

Selain vaksin, mencegah penularan dan penyebaran rubella juga penting. Cara-caranya meliputi:

  • Hindari kontak dengan penderita sebisa mungkin, khususnya untuk ibu hamil yang belum menerima vaksin MR atau MMR dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
  • Pindahkan penderita ke ruangan terpisah yang jauh dari anggota keluarga.
  • Menjaga kebersihan diri, misalnya selalu mencuci tangan sebelum makan, setelah bepergian, atau jika terjadi kontak dengan penderita.
Demikian Infrormasi yang bisa kami sampaikan tentang Penjelasan Penyaki Rubella Ala Dokter mudah-mudahn bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita sebagai Bunda-Bunda PAUD. Terimakasih

Sumber : Ala Dokter

Download Contoh Laporan Akhir BOP

Hallo sahabat semuanya, kali ini kami akan membagikan kembali Contoh Laporan Akhir BOP yang bisa sobat manfaatkan.

Tetapi Laporan Akhir BOP ini bukan semata-mata sebuah Format yang diwajibakan seperti Contoh yang kami bagikan melainkan Contoh ini adalah untuk memudahkan sobat dalam pembuatan Laporan Akhir BOP.

Sebelum kami membagikan Format Laporan ini, kami akan menjelaskan isi dari contoh Laporan Akhir BOP ini.
Gamabar Illustrasi Seseorang
Di dalam format ini terdapat Empat Bab yang di tuangkan dalam Laporan Akhir BOP tersebut diantaranya adalah :

BAB I   PENDAHAULAUAN
A. Profil TK, KB, SPS, TPA* ....................
B. Penerimaan Dana dan Penggunaan Dana
C. Rencana Kegiatan Anggaran 
D. Pengelolaan dan Sasaran 
E. Jadwal Pelaksanaan 

BAB II  PEMANFAATAN DANA DAK NON FISIK BOP PAUD
A. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)
B. Daftar Perubahan Anggaran 

BAB III   PELAKSANAAN PROGRAM PEMBELAJARAN 
A. Kondisi Pembelajaran Setelah Adanya Dukungan dan Bantuan Dana BOP

BAB VI   PENUTUP 
A. Kesimpulan 
B. Saran dan Harapan 

Itulah isi dari Contoh Laporan Akhir BOP yang bisa kami tuangkan dalam Laporan Akhir tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan sobat Download Contoh Laporan Akhir BOP di bawah ini :

Download Contoh Laporan Akhir BOP

Jika ada kekurangan dalam penyusunannya kami mohon maaf, dan ingat format tersebut adalah sebagai contoh saja.

Mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa berikan komentarnya terkait isi dari Laporan Akhir BOP tersebut.

Like, dan Share kembali kepada teman-teman kita yang membutuhkan melalui akun media sosial yang sobat gunakan. Terimakasih

Download Contoh Notulen Rapat Wali Murid PAUD

Salam sejahtera, semoga kita dalam lindungan alllah swt. kami rasa sudah dua bulan ke belakang, kami belum pernah memberikan informasi seputar PAUD, dan pada kesempatan ini Alhamdulilah diberi kesempatan untuk memposting Contoh Notulen Rapat Wali Murid PAUD.

Mungkin para bunda-bunda PAUD di akhir tahun kemarin bahkan samapai bulan Januari 2018 ini masih disibukan dengan membuat LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) Dana BOP.

Mudah-mudahan Contoh Notulen Rapat Wali Murid PAUD ini bisa dimanfaatkan untuk membuat bukti fisik pada LPJ yang bunda kerjakan.
Gambar : Contoh Notula Rapat
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam isi Notulen Rapat Wali Murid PAUD diantaranya adalah :
  1. Bila rapat tersebut rapat rutin, sebaiknya diberi nomor urut rapat, bulan, dan tahun rapat. Misalnya : Rapat Perkembangan Anak Didik 2017
  2. Perlu diinformasikan pada judul notula rapat; apakah rapat tersebut merupakan rapat pemberian informasi, rapat pemecahan masalah atau rapat pengambilan keputusan.
  3. Susunan notula lengkap : dari judul sampai penutup diakhiri dengan tanda tangan pimpinan dan notulis rapat
  4. Walaupun notula dibuat ringkas, namun setiap peserta yang berbicara perlu disebutkan namanya, misalnya Ibu Meta memberikan usulan tentang……..
  5. Keputusan yang diambil dalam rapat hendaknya dicatat secara lengkap
  6. Waktu dimulai dan berakhirnya rapat dituliskan dalam notula

Enam hal tersebut harus tertuang dalam Notulen Rapat, sebenarnya poin di atas bisa disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan masing-masing.

Untuk lebih jelasnya lagi silahkan sobat Download Contoh Notulen Rapat Wali Murid PAUD di bawah ini :

Download Contoh Notulen Rapat Wali Murid PAUD

Silahkan sobat edit contoh tersebut dan silahkan sesuaikan dengan keadaan masing-masing ketika melakukan sebuah rapat di lembaga.

Mudah-mudahan Contoh Notulen Rapat Wali Murid PAUD tersebut bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai salah satu pembuat Notula Rapat. Terimakasih

28 OKTOBER HARI SUMPAH PEMUDA KE 89 TAHUN 2017

Hallo sahabat semuanya semoga kita tidak merupakan Hari Sumpah Pemuda (HSP) yang Ke 89 ini yaitu pada Tanggal 28 Oktober yakni Hari Sabtu di Tahun 2017.

Tema Hari Sumpah Pemuda (HSP) yang Ke 89 ini adalah "Pemuda Indonesia Berani Bersatu". yang bisa Anda Lihat di Website Resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga yang beralamat di http://www.kemenpora.go.id. 

Di Website tersebut sudah tersedia Tema, Logo Tagline dan Sambutan Hari Sumpah Pemuda Ke - 89 bahkan Sobat bisa  mendownloadnya langsung di Website Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Dalam rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) yang Ke-89 di Tahun 2017, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia telah mengeluarkan Surat Edaran Tanggal 13 Oktober 2017, Nomor : 10.13.1/MENPORA/DII/X/2017 tentang Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-89 Tahun 2017, yang telah ditentukan Logo, Tema, Tagline serta berisi Pidato Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-89 Tahun 2017.

Berikut kami sajikan di bawah ini Logo 28 Oktober Hari Sumpah Pemuda Ke 89 Tahun 2017 Resmi dari Situs Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia :

1. Logo Vertikal Resmi Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89 Tahun 2017
Logo Vertikal Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke- 89 Tahun 2017

2. Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89 Tahun 2017 Bagian A
Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89 Tahun 2017 Bagian A
 3. Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89 Tahun 2017 Bagian B
Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89 Tahun 2017 Bagian B
4. Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89 Tahun 2017 Bagian C
Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89 Tahun 2017 Bagian C
5. Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89 Tahun 2017 Bagian D
Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89 Tahun 2017 Bagian D
Itulah Kelima Logo Resmi yang bisa Sobat Download Langsung di Situs Resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Sebelumnya kami ucapkan terimakasih telah membaca dan melihat postingan dari situs kami, dan kami minta maaf apabila ada kesalahan dan kekeliruan dalam konten ini. 

Mari Kita sebagai Pemuda Indonesia Berani Bersatu untuk Menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Merdeka ...............!!!!!!!!!

Cara Mengisi Pemetaan Mutu PAUD DIKMAS

Hallo sahabat semuanya, pada kesempatan malam ini saya akan memberikan sebuah Panduan atau Tutorial Bagaimana Cara Mengisi Pemetaan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan DIKMAS (PMP PAUD). 

Disamping kita disibukan dengan Pendataan Data Pokok Pendidikan baik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mapun Pendidikan Masayarakat (DIKMAS), ada pendataan lagi selain Dapodik yaitu Pemetaan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan DIKMAS.

Dan sobat bisa Download Instrumen Pemetaan Mutu PAUD dan DIKMAS yang berformat PDF, Di situs Download Free DI SINI

Sebagaimana yang sudah dilansir pada Situs Resmi Pemetaan Mutu PAUD dan Dikmas bahwa :

Peningkatan mutu pendidikan merupakan sebuah komitmen Pemerintah Republik Indonesia yang diterapkan melalui berbagai peraturan perundangan terkait sistem pendidikan nasional. Salah satu kebijakan yang telah diambil adalah diterbitkannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, Pendidikan Nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian Pendidikan. Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.

Dari Informasi tersebut sudah jelas, bagi setiap satuan pendidikan sudah bisa memanfaatkan situs tersebut untuk Pemetaan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan DIKMAS.

Dengan demikikan saya akan meberikan panduan atau tutorial bagaimana Cara Mengisi Pemetaan Mutu PAUD DIKMAS tersebut :

1. Pertama silahkan sobat masuk ke situs resmi Pemetaan Mutu PAUD DIKMAS atau bisa langsung mengunjungi Link Pemetaan Mutu PAUD DIKMAS DI SINI...

Kemudian sobat akan diarahkan ke halaman tersebut dan sobat akan diminta Login dengan mengguna Username dan Password Dapodik, tampilannya kurang lebih seperti di bawah ini :
Tampilan Awal Start : PMP PAUD dan DIKMAS
2. Saya anggap sobat sudah bisa memahami dari gambar di atas, dan mudah-mudahan sobat sudah bisa masuk ke Pemetaan Mutu Pendidiakan Anak Usia Dini (PAUD) dan Dikmas. 

Jika sobat sudah login maka sobat akan disuguhkan tampilan seperti Identitas Lembaga, Dashboard, Instrumen Lebaga seperti Instrumen KB atau TK, Hasil Pemetaan Mutu. Lebih Jelasnya silahkan lihat Gambar di bawah ini :
PMP PAUD dan DIKMAS
3. Langkah selanjutnya silahkan Anda Pilih Instrumen, kemudian akan tampil 8 Standar yang harus anda isi yaitu :
1. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan
2. Standar Isi
3. Standar Proses
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
5. Standar Sarana dan Prasarana
6. Standar Pengelolaan
7. Standar Pembiayaan
8. Standar Penilaian Pendidikan.
4. Langkah Terakhir jangan lupa silahkan Anda Simpan hasil pekrjaan Mengisi Pemetaan Mutu PAUD DIKMAS, dan ingat hasil tersebut bisa anda Print Langsung dan bisa juga disimpan dalam bentuk PDF.

5. Langkah kelima anda bisa melihat hasilnya dengan cara pilih menu Hasil Pemetaan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Anda. Tampilannya akan seperti gambar di bawah ini :
PMP PAUD dan DIKMAS
PMP PAUD dan DIKMAS
Mungkin cukup sekian artikel kali ini tentang Bagaimana Cara Mengisi Pemetaan Mutu PAUD DIKMAS atau PMP PAUD dan DIKMAS, mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa like dan share kembali. 

Apabila ada pertanyaan jangan sungkan-sungkan tuliskan komentar / pertanyaannya pada kotak komentar yang sudah kami sediakan. Terimakasih

Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini

Hallo sahabat semuanya kali ini saya akan menginformasikan tentang Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini yang diambil dari berbagai sumber di internet, mudah-mudahan dengan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini, kita sebagai pengelola atau tutor ada sedikit gambaran bagaimana cara mengembangkan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini.
Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini
Gambar Ilustrasi Artikel : Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan belajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini

1. Bersifat Komperhensif 

Kurikulum harus menyediakan pengalaman belajar yang meningkatkan perkembangan anak secara menyeluruh dalam berbagai aspek perkembangan .

2. Dikembangkan Atas Dasar Perkembangan Secara Bertahap

Kurikulum harus menyediakan berbagai kegiatan dan interaksi yang tepat didasarkan pada usia dan tahapan perkembangan setiap anak. Program menyediakan berbagai sarana dan bahan untuk anak dengan berbagai kemampuan.

3. Melibatkan Orang Tua 

Keterlibatan orang tua sebagai pendidik utama bagi anak. Oleh karena itu peran orang tua dalam pendidikan anak usia dini sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan.

4. Melayani Kebutuhan Individu Anak

Kurikulum dapat mewadahi kemampuan, kebutuhan,minat setiap anak.

5. Merefleksikan Kebutuhan dan Nilai Masyarakat

Kurikulum harus memperhatikan kebutuhan setiap anak sebagai anggota dari keluarga dan nilai-nilai budaya suatu masyarakat.

6. Mengembangkan Standar Kompetensi Anak

Kurikulum yang dikembangkan harus dapat mengembangkan kompetensi anak. Standar Kompetensi seabagi acuan dalam menyiapkan lingkungan belajar anak.

7. Mewadahi Layanan Anak Berkebutuhan Khusus

Kurikulum yang dikembangkan hendaknya memperhatikan semua anak termasuk anak-anak yang berkebutuhan khususus.

8. Menjalin Kemitraan dengan Keluarga dan Masyarakat

Kurikulum hendaknya dapat menunjukkan bagaimana membangun sinegi dengan keluarga dan masyarakat sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai

9. Memperhatikan Kesehatan dan Keselamatan Anak

Kurikulum yang dibangun hendaknya memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan anak saat anak berada disekolah

10. Menjabarkan Prosedur Pengelolaan Lembaga

Kurikulum hendaknya dapat menjabarkan dengan jelas prosedur manajemen /pengelolaan lembaga kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabiitas.

11. Manajemen Sumber Daya Manusia

Kurikulum hendaknya dapat menggamabarkan proses manajemen pembinaan sumber daya manusia yang terlibat di lembaga

12. Penyediaan Sarana dan Prasarana

Kurikulum dapat menggambarkan penyediaan srana dan prasaran yang dimiliki lembaga.

Komponen Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini

1. Anak Sasaran layanan pendidikan Anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0 – 6 tahun. Pengelompokan anak didasarkan pada usia sebagai berikut :
0 – 1 tahun
1 – 2 tahun
2- 3 tahun
3 - 4 tahun
4- 5 tahun
5 - 6 tahun 

2. Pendidik Kompetensi Pendidik anak usia dini memiliki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya Diploma Empat (D-IV) atau Sarjana (S1) di bidang pendidikan anak usia dini, kependidikan lain, atau psikologi; dan memiliki sertifikasi profesi guru PAUD atau sekurang - kurangnya telah mendapat pelatihan pendidikan anak usia dini. Adapun rasio pendidik dan anak adalah
Usia 0 – 1 tahun rasio 1 : 3 anak
Usai 1 – 3 tahun rasio 1 : 6 anak
Usia 3 - 4 tahun rasio 1 : 8 anak
Usia 4 - 6 tahun rasio 1 : 10 /12 anak

3. Pembelajaran Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan bermain yang dipersiapkan oleh pendidik dengan menyiapkan materi ( content ), dan proses belajar. Materi belajar bagi anak usia dini dibagi dalam 2 kelompok usia.

Materi Usia Lahir Sampai 3 Tahun Meliputi:

  • Pengenalan diri sendiri ( Perkembangan konsep diri)
  • Pengenalan perasaan (Perkembangan emosi)
  • Pengenalan tentang Orang lain (Perkembangan Sosial)
  • Pengenalan berbagai gerak (perkembangan Fisik)
  • Mengembangkan komunikasi (Perkembangan bahasa)
  • Ketrampilan berfikir (Perkembangan kognitif)

Materi untuk Anak Usia 3 – 6 Tahun Meliputi :

  • Keaksaraan mencakup peningkatan kosa kata dan bahasa, kesadaran phonologi, wawasan pengetahuan, percakapan, memahami buku-buku, dan teks lainnya.
  • Konsep Matematika mencakup pengenalan angka-angka, pola-pola dan hubungan, geometri dan kesadaran ruang, pengukuran, pengumpulan data, pengorganisasian, dan mempresentasikannya.
  • Pengetahuan Alam lebih menekankan pada objek fisik, kehidupan, bumi dan lingkungan.
  • Pengetahuan Sosial mencakup hidup orang banyak, bekerja, berinteraksi dengan yang lain, membentuk, dan dibentuk oleh lingkungan. Komponen ini membahas karakteristik tempat hidup manusia, dan hubungannya antara tempat yang satu dengan yang lain, juga hubungannya dengan orang banyak. Anak-anak mempelajari tentang dunia dan pemetaannya, misalnya dalam rumah ada ruang tamu, ruang tidur, kamar mandi, dapur, ruang keluarga, ruang belajar; di luar rumah ada taman, garasi, dll. Setiap rumah memiliki tetangga dalam jarak dekat atau jauh.
  • Seni mencakup menari, musik, bermain peran, menggambar dan melukis. Menari, adalah mengekspresikan ide ke dalam gerakan tubuh dengan mendengarkan musik, dan menyampaikan perasaan. Musik, adalah mengkombinasikan instrumen untuk menciptakan melodi dan suara yang menyenagkan. Drama, adalah mengungkapkan cerita melalui aksi, dialog, atau keduanya. Seni juga mencakup melukis, menggambar, mengoleksi sesuatu, modeling, membentuk dengan tanah liat atau materi lain, menyusun bangunan, membuat boneka, mencap dengan stempel, dll.
  • Teknologi mencakup alat-alat dan penggunaan operasi dasar. Kesadaran Teknologi. Komponen ini membahas tentang alat-alat teknologi yang digunakan anak-anak di rumah, di sekolah, dan pekerjaan keluarga. Anak-anak dapat mengenal nama-nama alat dan mesin yang digunakan oleh manusia sehari-hari.
  • Keterampilan Proses mencakup pengamatan dan eksplorasi; eksperimen, pemecahan masalah; dan koneksi, pengorganisasian, komunikasi, dan informasi yang mewakili.

Untuk mewadahi proses belajar bagi anak usa dini pendidik harus dapat melakukan penataan lingkungan main, menyediakan bahan-bahan main yang terpilih, membangun interaksi dengan anak dan membuat rencana kegiatan main untuk anak. 

Proses pembelajaran anak usia dini dilakukan melalui sentra atau area main. Sentra atau area tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dari masing-masing satuan Pendidikan. 

Contoh sentra atau area bermain tersebut antara lain : Sentra Balok, Sentra Bermain Peran, Sentra Seni, Sentra Musik, Sentra Persiapan, Sentra agama, dan Sentra Memasak.

4. Penilaian (Assesmen). Assesmen adalah proses pengumpulan data dan dokumentasi belajar dan perkembangan anak. Assesmen dilakukan melalui : observasi, konfrensi dengan para guru, survey, wawancara dengan orang tua, hasil kerja anak, dan unjuk kerja. Keseluruhan penilaian /assesmen dapat di buat dalam bentuk portofolio.

5. Pengelolaan Pembelajaran
  • Keterlibatan Anak
  • Layanan program

Lembaga Pendidikan anak usia dini dilaksnanakan sesuai satuan Pendidikan masing-masing. Jumlah hari dan jam layanan :
  • Taman Penitipan Anak (TPA) dilaksanakan 3 – 5 hari dengan jam layanan minimal 6 jam. Minimal layanan dalam satu tahun 144 -160 hari atau 32 – 34 minggu.
  • Kelompok Bermain (KB) setiap hari atau minimal 3 kali seminggu dengan jumlah jam minimal 3 jam. Minimal layanan dalam satu tahun 144 hari atau 32 - 34 minggu.
  • Satuan PAUD Sejenis (SPS) minimal satu minggu sekali dengan jam layanan minimal 2 jam. Kekurangan jam layanan pada SPS dilengkapi dengan program pengasuhan yang dilakukan orang tua sehingga jumlah layanan keseluruhan setara dengan 144 hari dalam satu tahun.
  • Taman Kanak-Kanak (TK) dilaksanakan minimal 5 hari setiap minggu dengan jam layanan minimal 2,5 jam. Layanan dalam satu tahun 160 hari atau 34 minggu.

Layanan pembelajaran pada masing-masing satuan pendidikan anak usia dini mengikuti kalender pendidikan daerah masing-masing.

6. Melibatkan Peranserta masyarakat
Pelaksanaan pendidikan anak usia dini hendaknya dapat melibatkan seluruh komponen masyarakat. Penyelenggaraan pendiikan anak usai dini dapat dilakukan oleh swasta dan pemerintah, yayasan maupun perorangan.

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan tentang Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini, semoga bermanfat, dan jangan lupa like dan share kembali artikel ini. Terimakasih

6 Hal Penting Pendidikan Anak Usia Dini dan Menurut Para Ahli

Saat si Kecil memasuki usia pra sekolah, Mam mungkin mulai berpikir untuk mendaftarkannya ke playgroup atau kelompok bermain. Tetapi, apakah Mam sudah memahami tujuan utama memberikan si Kecil pendidikan anak usia dini?

Sebelumnya, Mam perlu mengetahui bahwa sejak tahun 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mewajibkan setiap anak untuk mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD) setidaknya selama setahun, sebelum masuk jenjang sekolah dasar (SD). 
6 Hal Penting Pendidikan Anak Usia Dini dan Menurut Para Ahli
6 Hal Penting Pendidikan Anak Usia Dini dan Menurut Para Ahli
PAUD dianggap sebagai tahapan penting bagi perkembangan setiap anak. Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI), yang biasa disapa Prof. Reni mengatakan, kegiatan di PAUD dapat memberikan rangsangan atau stimulasi pendidikan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak usia pra sekolah.

Pendidikan yang diberikan untuk anak usia 3-6 tahun tidak hanya bertujuan mengenalkan anak pada bidang-bidang pelajaran ataupun melatihnya berinteraksi dengan anak sebaya. Lebih jauh dari itu, PAUD memiliki fungsi utama mengembangkan semua aspek perkembangan anak, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial dan emosional. Agar lebih jelas, simak berbagai manfaat yang akan dirasakan oleh si Kecil setelah mendapatkan pendidikan di playgroup atau TK berikut.

1. Memperkenalkan Anak pada Dunia Sekolah

Pengalaman belajar di PAUD akan membantu anak untuk lebih siap dalam menerima pelajaran formal di bangku pendidikan selanjutnya (SD). Hal ini yang menjadi salah satu alasan UNESCO merekomendasikan setiap anak mendapatkan pendidikan anak usia dini pada usia pra sekolah.

Lingkungan belajar di sekolah tentu berbeda dengan lingkungan di rumah. PAUD dapat menjembatani perbedaan suasana di kedua tempat tersebut. Si Kecil akan belajar berinteraksi dengan anak sebayanya, mengikuti aturan yang ditetapkan di playgroup atau TK, belajar beradaptasi dengan rutinitas, dan sebagainya. Anak yang sebelumnya mendapatkan pendidikan di PAUD sering kali memiliki kemampuan yang lebih baik dalam berkomunikasi saat sekolah. Hal ini dikarenakan ia sudah terbiasa untuk bermain, belajar, hingga makan bersama dengan teman yang memiliki usia sebaya.

2. Membiasakan Anak Terhadap Kegiatan Terstruktur

Meski bukan lembaga pendidikan formal, namun, kegiatan yang diadakan di playgroup atau TK dirancang khusus agar sesuai dengan fungsi pendidikan anak usia dini. Salah satu tujuannya adalah melatih anak agar terbiasa terhadap rutinitas dan kegiatan-kegiatan terstruktur. Misalnya, anak akan belajar berolahraga, berbaris, menyusun puzzle, dan sebagainya.

3. Mengajari Anak untuk Disiplin dan Mengikuti Peraturan

Di rumah, si Kecil tentu terbiasa bermain sesuka hati. Ia juga mungkin sudah terbiasa mengikuti “aturan” yang Mam tetapkan, yang biasanya tergolong lentur dibandingkan “aturan” yang terdapat di luar rumah. Nah, usia pra sekolah adalah saat yang tepat baginya untuk belajar mengikuti pola kegiatan maupun aturan lain di luar rumah. 

Mengikuti kegiatan pendidikan anak usia dini akan melatihnya beradaptasi dengan lingkungan baru dan peraturan baru. Ia juga akan belajar berbagi, mengantre, menunggu, dan memahami bahwa ternyata tidak semua hal yang ia inginkan bisa ia dapatkan. Dengan begitu, ia tidak akan kaget atau stres saat masuk SD dan harus belajar dalam situasi yang sangat terstruktur dan menuntut kedisiplinan.

4. Menumbuhkan Imajinasi dan Kreativitas

Anak usia dini belajar dengan cara bermain. Lembaga-lembaga penyedia pendidikan anak usia dini merupakan tempat yang tepat untuk memfasilitasi kebutuhan si Kecil tersebut. Bila si Kecil  belajar dalam  suasana yang menyenangkan, akan lebih mudah baginya untuk menyerap berbagai bimbingan yang diberikan. Selain mempelajari berbagai keterampilan dasar untuk membaca dan menulis, si Kecil juga akan mendapatkan banyak rangsangan yang akan memancing imajinasi dan kreativitasnya.

5. Menanamkan Nilai-Nilai Positif

Program kegiatan yang diadakan di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai positif, seperti kejujuran, toleransi, berbagi, dan sebagainya. Pada usia pra sekolah, anak belajar dengan cara bermain. 

Maka dari itu, kegiatan yang dilakukan di playgroup dan TK dirancang layaknya permainan, meski sebenarnya menyimpan maksud pembelajaran tertentu. Melalui berbagai permainan tersebut, si Kecil akan belajar tentang sopan santun, menghormati orang lain, berbagi dengan orang lain, pentingnya bersikap jujur, dan lain-lain.

6. Membentuk Dasar Kepribadian Anak

Pada fase golden years, otak anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pengalaman yang didapat si Kecil di periode ini turut membentuk kepribadiannya dan akan memengaruhi sosoknya hingga kelak ia dewasa. 

Maka dari itu, Prof. Reni mengingatkan, pendidikan karakter memang sebaiknya dimulai sejak dini. Melalui pendidikan anak usia dini, si Kecil akan mendapatkan berbagai contoh dan kegiatan positif yang akan ia ingat dan praktikkan dalam kehidupannya.

Nah, kini Mam paham bahwa mendaftarkan si Kecil ke PAUD memberikan banyak manfaat. Pastikan pembelajaran yang ia dapat di PAUD selaras dengan yang Mam ajarkan di rumah, ya. Sebab, meski pendidikan anak usia dini berpengaruh penting bagi perkembangan si Kecil, namun, peran Mam dan Pap sebagai pendidik utama bagi anak tetap tak dapat tergantikan.


Sumber :